-->

Tolong di "Click" ! Ya :)

0 JARINGAN KOMPUTER MELALUI LISTRIK

1. PENDAHULUAN
Jaringan komputer adalah suatu tata cara berkomunikasi antara sumber daya informasi satu dengan lain melalui medium transmisi.  Medium transmisi yang dapat digunakan dalam melakukan transmisi data dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis media[1], yaitu :
a.   Kabel
b.   Udara, dan
c.   Cahaya
Media transmisi kabel saat ini merupakan salah satu media transmisi data yang cukup popular digunakan dalam melakukan komunikasi data antar sumber daya informasi, walau beberapa tahun terakhir ini keberadaannya mulai digeser oleh teknologi wireless yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik sebagai media transmisi datanya.
Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya suatu organisasi, kebutuhan akan koneksi sumber daya informasi menjadi bertambah sehingga pada suatu waktu infrastruktur jaringan yang tersedia tidak sanggup memenuhi kebutuhan organisasi tersebut. Penggunaan sarana komunikasi data dengan menggunakan perangkatwireless menjadi satu pilihan dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut.
Beberapa kasus, penggunaan perangkat wireless masih terkendala pada bentuk tata ruang yang ada, seperti pada gedung perkantoran bertingkat, karena sinyal komunikasi yang dikirim tidak dapat menembus ruang bertingkat.  Penambahan kabel komunikasi seperti UTP, coaxial maupun fiber-optic antar tingkat dalam gedung tersebut memiliki tingkat kesulitas tersendiri, apalagi jika perencanaan pembangunan awal dari gedung tersebut tidak memikirkan kemungkinkan pengembangan infra struktur teknologi informasi.
Pemanfaatan jaringan listrik tegangan rendah sebagai alternatif transmisi data melalui media kabel yang dikombinasikan dengan media transmisi lain baik melalui kabel UTP, coaxial maupun wireless dapat merupakan salah satu pilihan karena ketersediaan secara umum telah tersedia di gedung-gedung perkantoran dimana organisasi tersebut berada.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Instalasi Listrik Tegangan Rendah
Seperti yang kita ketahui Perusahaan Listrik Negara (PT PLN), di Indonesia membagi tegangan listrik dalam 4 kategori[2], yaitu :
a.       Saluran Tegangan Esktra Tinggi (SUTET) dengan kapasitas 500 kV
b.       Saluran Tegangan Tinggi (SUTT) dengan kapasitas 150 kV
c.        Saluran Tegangan Menengah (SUTM) dengan kapasitas 20 kV (fase-fase), dan
d.       Saluran Tegangan Rendah (SUTR) dengan kapasitas 380/220 V
Pada gedung-gedung bertingkat, tegangan listrik di distribusikan dari saluran tegangan menengah melalui trafo distribusi menjadi saluran tegangan rendah 3 fase R, S, T dimana R – S = S-T = T- R = 380 Volt.  Pada setiap fase tegangan katakan R – N  = 330 Volt / Akar 3 = ± 220 Volt, yaitu nilai tegangan yang keluar darisetiap outlet yang tersedia pada gedung tersebut, tergantung dari kombinasi dari fase yang tersedia, yang digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1. Jaringan listrik suatu gedung perkantoran
Infrastruktur jaringan listrik tegangan rendah dari suatu gedung perkantoran bertingkat secara hirarki biasanya akan berbentuk penataan seperti ditujukan pada gambar 2 di bawah ini :
 Gambar 2. Gambaran hirarki infrastruktur jaringan listrik tegangan rendah di gedung perkantoran

Dari infrastuktur yang tersedia tersebut, jumlah pengguna yang ada pada jaringan listrik yang tersedia akan berbeda-beda, baik dari segi panjang masing-masing jalur maupun jumlah pengguna berdasarkan outlet yang tersedia di masing-masing sub ruang, yang ada pada gedung perkantoran tersebut.
2.2. Prinsip kerja Komunikasi PLC
Frekuensi daya listrik pada prinsipnya berada dalam range 50/60 Hz. Sinyal-sinyal data dinaikkan ke frekuensi ultra tinggi dalam range 500/600 MHz, sehingga data dapat ditumpangkan ke atas kabel utama listrik tanpa terjadi kondisi saling melemahkan.  Mengacu ke dasar tersebut maka tegangan rendah tersebut pada prinsipnya ditumpangi data, karena tersedianya Jaringan Daya Terkondisi Frekuensi Tinggi (High Frequency Conditioned Power Network, HFCPN), yaitu dengan cara menginjeksikan sinyal-sinyal data ke dalam daya listrik dengan percepatan sampai 10 juta kali sehingga frekuensi ultra tinggi dapat terjadi.  Untuk maksud tersebut dibutuhkan suatu unit pengkondisi (Condition Unit, CU), berupa kopel terminal untuk bagian high and low pass filter. Sistem komunikasi data digital melalui kanal jaringan listrik secara garis besar ditunjukan pada gambar 3.
 
 Gambar 3. Sistem komunikasi digital melalui kanal jaringan listrik tegangan rendah
2.3. Teknik Trasmisi data
Transmisi data yang digunakan pada kanal jaringan listrik tegangan rendah ini adalah OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing), yaitu teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier)[3]. Menggunakan Discrete Fourier Transfor (DFT) dengan beberapa buah frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Dibandingkan dengan sinyal FDM (Frequency Division Multiplexer), sinyal OFDM memungkinkan terjadinya modulasi pada tiap-tiap sub-carrier, sehingga sinyal yang telah termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalamInverse Discrete Fourier Transform (IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM.  Penggunaan IDFT ini memungkinkan pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal).  Bentuk sinyal OFDM dibanding dengan sinyal FDM seperti ditunjukan pada gambar 4.
Gambar 4. Perbandingan sinyal SCM, FDM dan OFDM
Saat ini penggunaan OFDM dalam komunikasi data tidak hanya terbatas pada transmisi pada listrik tegangan rendah saja, akan tetapi telah digunakan pada teknik transmisi wireless, yang mulai banyak digunakan dalam teknologi informasi.
3. TATA KERJA
Infrastruktur yang umum pada suatu gedung perkantoran saat ini adalah pembagian listrik dalam 3 fase, sehingga memungkinkan pendistribusian secara proposional, tetapi kondisi ini akan menyulitkan dalam mentransmisikan data dari satu lokasi ke lokasi yang lain pada kondisi fase yang berbeda.  Hal ini dikarenakan hanya sub-ruang dalam fase yang sama saja yang saling terkoneksi datanya sedangkan pada sub ruang lain dengan fase yang berbeda tidak tersedia.  Kondisi ini membutuhkan suatu metode bridging, yang menggabungkan peralatan-peralatan komunikasi melalui transmisi listrik tegangan rendah yang ada di setiap fase tegangan ke dalam satu jalur komunikasi.  Diagram skematis dari bridging seperti ditunjukan pada gambar 5.
Gambar 5. Prinsip Bridging peralatan PLC pada setiap fase tegangan listrik
Dengan teknik bridging kendala komunikasi data dalam perencanaan jaringan komputer melalui listrik tegangan rendah dapat terpenuhi.
Akan tetapi jika dilihat dari sisi keamanan data, teknik ini dapat memudahkan organisasi luar untuk memanfaatkan jalur data yang terdapat dalam satu area gedung.  Beberapa vendor produk yang menawarkan peralatan komunikasi data melalui listrik tegangan rendah, Corinex merupakan salah satu vendor yang menempatkan faktor keamanaan data dalam kemasan produknya dengan security 3DES Link Encryption, Network Encryption Key passwords (NEKs), serta Device Encryption Key (DEK) yang terdapat pada perangkat lunak agent yang dimiliki[4]. 
Faktor kecepatan transmisi data juga merupakan pertimbangan lain dalam mengkomunikasikan data dari satu tempat ke tempat lain melalui listrik tegangan rendah, menurut standarisasi homeplug 1.0, kemampuan transmisi data melalui kabel listrik hanya dapat di saluran maksimum 14 Mbps, nilai ini termasuk kecil jika dibandingkan fungsi dari saluran tersebut sebagai backbone jaringan dari suatu organisasi yang ingin menerapkan komunikasi via jaringan listrik.
Mengacu ke beberapa penelitian terakhir, penggunaan transmisi OFDM dapat memungkinkan penambahan kemampuan transmisi data ke tingkat 200 Mbps, yaitu dengan metode HFCPN yang diperbaharui.  Kemampuan inilah yang dapat digunakan dalam membangun jaringan komputer melalui listrik tegangan rendah.
4. HASIL DAN BAHASAN
4.1. Merencanakan Jaringan
Dalam merencanakan jaringan komputer lokal (Local Area Network), dalam suatu gedung perkantoran perlu disusun rencana strategi pemasangan jaringan dengan melihat beberapa kondisi sebagai berikut :
a.       Apakah organisasi yang ada sebelumnya telah memiliki jaringan komputer lokal ?
b.       Apakah jaringan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut ?
c.        Apakah gedung tempat organisasi tersebut berada tidak memiliki infrastruktur yang memadai dalam mentransmisikan data antar ruang, dengan menggunakan media transmisi yang ditujukan untuk jaringan komputasi ?
d.       Apakah organisasi tersebut terbagi dalam ruang yang berbeda baik pada lantai yang sama maupun pada lantai yang berbeda ?
e.        Apakah transfer data yang membutuhkan kecepatan tinggi ?
Jika  kondisi tersebut di atas terpenuhi maka dapat dikembangkan suatu rencana yang matang dalam memanfaatkan media transmisi jaringan listrik tegangan rendah sebagai alternatif perancangannya.
4.2. Bangun Awal Jaringan Komputer Suatu Organisasi
Diasumsikan suatu organisasi memiliki infrastruktur jaringan awal dimana organisasi tersebut membutuhkan 2 sub-ruang yang terletak pada room 301 dan 303 dari suatu gedung, yang infrastruktur jaringannya di gambarkan sebagai berikut :
Gambar 6. Jaringan instalasi komputer awal di suatu gedung perkantoran
Dalam perkembangannya organisasi tersebut membutuhkan perluasan ruang kantor, dimana dari 2 sub-ruang yang disewa menjadi 14 sub-ruang yang susunannya tersusun sebagai berikut :
a.       Ruang Direksi berada di room 301 (lantai 3) yang membutuhkan 6 unit komputer serta 2 unit printer;
b.       Ruang bagian pemasaran di room 308 (Lantai 3) dan 406 (lantai 4) yang membutuhkan 12 unit printer dan 6 unit printer;
c.        Ruang bagian keuangan berada di room 303, Room 306 (lantai 3), dan Room 603 (lantai 6) yang membutuhkan 8 unit komputer, dan 4 unit printer;
d.       Ruang bagian produksi berada di room 111 dan 112 (lantai 11) yang membutuhkan 10 unit komputer, dan 4 unit printer;
e.        Ruang bagian administrasi kepegawaian di room 124, 125 dan 126 (lantai 12) yang membutuhkan 12 unit komputer dan 6 unit printer
f.        Ruang EDP berada di room 501 (lantai 5) membutuhkan 3 unit komputer client, 1 router, 1 unit printer, 2 unit tape backup, 4 unit server yang berfungsi sebagai domain server, file server, web server serta database server, 1 unit ADSL unlimited yang terkoneksi ke jaringan internet, yang semua tertata pada mountrack;
g.        Ruang respsionis berada di room 101 dan 102 (lantai 1) yang membutuhkan 4 unit komputer dan 1 unit printer
 Dari infrastruktur jaringan listrik pada gedung tersebut, fase tegangan terbagi atas 3 fase dengan pola distribusi sebagai berikut :
a.       Fase R dari trafo didistribusikan untuk lantai 1 sampai lantai 4;
b.       Fase S didistribusikan untuk lantai 5 sampai dengan lantai 8, serta;
c.        Fase T didistribusikan untuk lantai 9 sampai dengan lantai 12
4.3. Strategi Pengembangan Jaringan Komputer
Dengan melihat rencana pengembangan jaringan komputer yang ada pada organisasi tersebut dapat dilihat beberapa hal sebagai berikut :
a.       Jumlah komputer yang terletak pada lantai 1 ada sebanyak 4 unit client;
b.       Jumlah komputer yang terletak pada lantai 3 ada sebanyak 12 unit client;
c.        Jumlah komputer yang terletak pada lantai 5 ada sebanyak 7 unit komputer terdiri atas 3 unit komputerclient dan 4 unit komputer server;
d.       Jumlah komputer yang terletak pada lantai 6 ada sebanyak 2 unit komputer client;
e.        Jumlah komputer yang terletak pada lantai 11 ada sebanyak 10 unit client, dan ;
f.        Jumlah komputer yang terletak pada lantai 12 ada sebanyak 12 unit client.
Dilihat dari beban tegangan yang dibutuhkan unit semua unit komputer yang ada di luar dari penerangan adalah sebagai berikut :
a.       Fase R memiliki beban 16 unit komputer;
b.       Fase S memiliki beban 9 unit komputer, dan
c.        Fase T memiliki beban 22 unit komputer
Dengan mempertimbangkan bahwa semua jaringan komputer yang ada berada di bawah kontrol bagian EDP yang berada di lantai 5 dan pada fase tegangan S, dengan beban hanya 9 unit komputer maka untuk mengkoneksikan 47 unit komputer dalam satu pengelolaan dengan memanfaatkan jaringan listrik tegangan rendah perlu dilakukan beberapa strategi, sebagai berikut :
a.       Fase S yang terdistribusikan dari lantai 1 sampai dengan lantai 4 di koneksikan ke ruang EDP yang koneksi jalurnya diambil dari trafo utama serta disalurkan melalui MCB di lantai 5
b.       Fase R yang mendistribusikan dari lantai 5 sampai dengan lantai 8 tidak ada perubahan;
c.        Fase T yang mendistribusikan tegangan listrik dari lantai 9 sampai dengan lantai 12, kasusnya sama dengan fase S;
d.       Kebutuhan koneksi melalui peralatan Power Line Communication yang cukup populer saat ini seperti merkCorinex yang memiliki cukup banyak ragam peralatan untuk PLC.
e.        Pada ruang EDP yang terletak di lantai 5, peralatan PLC tersebut di susun sedemikian rupa sehingga 3 fase yang dimiliki terkoneksikan dengan baik.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka proses bridging peralatan dapat diterapkan di ruang EDP sehingga semua fase dapat terlayani dengan baik, adapun desain jaringan yang dibuat dapat dilihat pada gambar 7.  Jika dianggap perlu, desain jaringan dapat digabungkan dengan media transmisi lain seperti dengan menggunakan kabel coaxial, maupun wireless, dalam merancang jaringan yang lebih luas dan kompleks, sehingga topologi ini memungkinkan penggabungan dari beberapa topologi jaringan yang dikenal dengan metodehybrid.
4.4. Keamanan Data
Dalam merancang faktor keamanan data yang ada dalam jaringan tersebut perlu beberapa strategi yang dapat diterapkan sebagai bahan pertimbangan, yaitu :
a.       Komunikasi data antar bagian yang dianggap penting, di seting dalam segmen IP tertentu sehingga tidak terdistribusikan pada bagian lain yang tidak berkepentingan;
b.       Penggunaan metode security yang tersedia, seperti penggunaan 3DES Link Encryption, Network Encryption Key passwords (NEKs), maupun Device Encryption Key (DEK);
c.        Penggunaan levelisasi pengguna, maupun teknik lain seperti GPO (Group Policy Object) untuk keamanan data di tingkat perangkat lunak.

Gambar 7. Desain jaringan gabungan pada suatu organisasi

5. SIMPULAN
Dengan memanfaatkan jaringan listrik tegangan rendah  dalam merancang jaringan komputer lokal, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut
  • Media transmisi data melalui listrik tegangan rendah dalam 3 fase tegangan perlu dipertimbangkan faktorbridging saluran, sehingga data dapat tersalurkan dengan baik di setiap fase tegangan.
  • Transmisi data melalui listrik tegangan rendah ini menggunakan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexer) yang saat ini lebih berkembang dibandingkan metode lain.
  • Tumbuh kembangnya vendor yang menawarkan peralatan, melalui saluran listrik dapat dimungkinkan suatu model topologi campuran yang dikenal dengan metode hybrid.
  • Faktor keamanan data dalam merancang jaringan listrik ini merupakan faktor penting, karena terbukanya saluran data pada setiap fase tegangan.
Read more

0 OSI Model & ISO Layer (Protocol Jaringan)

OSI Model & ISO Layer (Protocol Jaringan)


Modelreferensi jaringan terbuka OSI atau OSIReference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

§  Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.

§  Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.

§  Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan GovernmentOpen Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi


OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut :



Lapisan ke-
Nama lapisan
Keterangan
7
Application layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6
Presentation layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5
Session layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Transport layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3
Network layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2
Data-link layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisanMedia Access Control (MAC).
1
Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Read more

0 ZELLO aplikasi HT multiplatform

aplikasi ZELLO (dulu namanya Loudtalks) untuk sarana berkomunikasi ala penggemar HT jaman dulu. Para breaker tahun 80an pasti masih ingat betapa berjayanya perangkat komunikasi yang bernama HT ini.
Di kampung-kampung bahkan muncul fenomena mirip HT tetapi dihubungkan dengan kabel untuk saling berkomunikasi model HT. Kabel-kabel lembut mewarnai beberapa perkampungan yang warganya ingin berkomunkasi layaknya para pemegang HT.
Aplikasi ini bisa diunduh pada situs zello.com dan bisa diinstall di berbagai macam platform ponsel, bahkan bisa diinstall pada komputer. Jadi mirip dengan LINE, tetapi ada model bicara secara bergantian seperti penggunaan HT.
Pak Rivaldi, salah satu anggota milis bahkan sempat memberikan petunjuk pemakaiannya. Silahkan disimak bagi yang ingin mencoba aplikasi ini.
Tutorial singkat Zello (Android).
1. menambah teman.
username teman harus diketahui dulu.
klik menu lalu add contact (bisa juga menu, option, add contact)
masukkan username teman lalu search
teman yg di-add harus mengkonfirmasi/approve.
2. masuk ke suatu channel (group)
nama channel/group harus diketahui dulu (ada yg pernah membuat)
menu
option
add channel
lalu isi nama channel, search.
3. membuat channel
menu
option
create channel.
4. aktifkan indikator speaker untuk mendengar suara tanpa menempelkan hp ke kuping. tombol suara samping untuk mengecilkan dan membesarkan suara bisa digunakan.
5. untuk menambah kekuatan suara bila masih terasa kurang
menu
option
under the hood
geser tombol audio.
6. untuk berbicara (ngebreak)
tekan tombol push to talk (PTT)
tahan sampai indikator kanan atas merah
tetap tahan dan berbicaralah.
lepas tombol setelah selesai berbicara.
sebaiknya anda mengucapkan “ganti” atau “roger” sebagai tanda anda telah selesai berbicara. karena berbicara ganti-gantian, gak bisa bersamaan (pesis kaya’ HTlah).
Read more

0 Pengertian IP dan fungsinya

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
 contoh ip address yang umum dan sering di gunakan 192.168.1.1
nilai-nilai tertentu yang dilarang untuk digunakan sebagai alamat IP yang unik. Sebagai contoh, alamat IP  0.0.0.0 dicadangkan untuk standar jaringan dan alamat 255.255.255.255. Oktet melayani tujuan lain dari pada hanya memisahkan angka.Octet dipisahkan menjadi dua bagian: Net dan host . Bagian Net selalu berisi octet pertama. Hal ini digunakan untuk mengidentifikasi jaringan bahwa komputer milik. Host (kadang-kadang disebut sebagai Node ) mengidentifikasi komputer yang sebenarnya pada jaringan. Bagian Hosti selalu berisi octet terakhir
ip address mempunyai dua fungsi :
  1. sebagai alat indentifikasi host
  2. sebagai alamat suatu jaringan
kelas- kelas ip address dibagi menjadi 5 :
  1. kelas A  mempunyai range antara 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
  2. kelas B  mempunyai range antara 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
  3. kelas C  mempunyai range antara 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
  4. kelas D  mempunyai range antara 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255 
  5. kelas E   mempunyai range antara 240.0.0.0 sampai 254.255.255.255
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
  • IP versi 4 (IPv4)
  • IP versi 6 (IPv6)

    Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4 Panjang totalnya adalah 32 bit,secara realistis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256= 4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6
Read more

0 Keunggulan Printer HP Designjet L25500

06 Apr
HP memperkenalkan printer barunya yang bisa ngeprint pakai getah. Wah, memangnya getah bisa dipakai ngeprint ya? Dengan HP Designjet L25500 denganteknologi Latex, hal itu tentu saja bisa dilakukan. Tidak hanya bisa ngeprint menggunakan latex, hasil cetakan bahkan bisa diaplikasikan diberbagai material. Tembok, bantal, kayu, besi, ampu, bisa jadi sasaran dari hasil cetak kamu di printer ini. “Tak ada batasan, yang membatasi tinggallah kreativitas kita,

Seperti apa sih HP Designjet L25500? Jangan kamu bayangkan printer ini seperti printer-printer yang biasa ada di meja rumah atau kantor kamu. Ini adalah printer format lebar atau large format printer, yang ngga akan muat ditaruh dimeja tentunya.
Printer dengan tinta latex ini digadang-gadang bisa menjadi alternatif menarik dari teknologi mencetak sejenis yang menggunakan eco-solvent ataupun solvent. Ketahanan hasil cetaknya pun disebutkan sebanding dengan hasil cetak eco-sulvant.
Beberapa keunggulan tinta jenis ini terletak paad daya tahannya. Dalam video demo yang ditunjukkan saat launching produk ini, ditunjukkan bagaimana hasil cetak yang diaplikasikan di bahan vinyl yang mudah melar, ternyata tidak mudah pecah. Bahan ini akan kembali ke bantuk semula ketika dipanaskan. Ternyata, ketika bahan kembali ke bantuk semula, hasil cetak HP Designjet ini ini masih baik seperti semula. Begitupula ketika bahan cetak ditekuk, tinta latex HP ternyata tak mudah cacat.
Printer ini pun bisa mencetak di berbagai jenis media, baik kertas, kain, bahan berlapis (coated), tanpa memerlukan perlakuan khusus, baik berupa wallpaper, kertas bercorak, kain, hingga kulit.
Dengan kemampuan mencetak di berbagai bahan material seperti ini, maka semakin memudahkan pengguna printer ini, erutama mereka yang bergerak di dunia industri kreatif, untuk mengekplorasi idenya dengan lebih leluasa. Spanduk luar ruang, banner, dinding rumah, pelapis untuk mobil dan motor, hingga halte bus bisa dijadikan objek ekplorasi ide kamu menggunakan printer ini.
Selain mudah diaplikasikan di berbagai media, tinta latex ini ternyata cukup tahan lama. Sehingga HP berani menjamin ketahanan hasil cetak tinta ini dengan pelapis selama tiga tahun untuk display outdoor, Sementara untuk display indoor, HP memberi jaminan lima tahun tanpa pelapis dan 10 tahun dengan pelapis.
Keunggulan lain teknologi latex yang diterapkan printer ini adalah ramah lingkungan. Dengan menggunakan tinta latex, hasil cetakan yang dihasilkan cepat kering serta tak berbau bahan kimia. Sehingga mengurangi pencemaran udara (HAP-hazardouz air pollutants). Tinta ini pun tak mudah terbakar. Alhasil, tinta ini pun lebih aman dan lebih sehat.
Read more

0 Kingston Rilis Flash Disk 256GB

kingston usb drive Kingston Rilis Flash Disk 256GBBukan main memang gebrakan Kingston. Baru bulan lalu, tepatnya 35 hari lalu, perusahaan Taiwan ini memperkenalkan USB flash disk dengan kapasitas 128GB, dan kini kapasitas itu sudah digandakan. Ya, DataTraveler 300 itu mengemaskan kapasitas 256GB – kapasitas terbesar di dunia untuk sebuah USB flash disk saat ini.
Kapasitas 256GB pada sebuah USB flash disk itu setara dengan 365 CD. Kapasitas ini juga lebih besar dibandingkan SSD (solid state disk) yang tertanam pada mayoritas netbook/notebook saat ini. Jelaslah, Kingston DataTraveler 300 sangat leluasa dipakai untuk menyimpan apa pun – file musik, foto, video, maupun file presentasi.
Selain kapasitasnya yang luarbiasa, flash disk DataTraveler 300 yang tidak mengemaskan tutup kepala USB ini menjanjikan akses yang cepat. Diklaim mampu membaca pada kecepatan sampai 20MB/sec. dan menulis pada 10MB/sec, kinerjanya cukup cepat untuk memutar file video berkualitas tinggi langsung dari flash disk tersebut.
Seperti biasa, Kingston menyertakan software Password Traveler. Software ini bisa digunakan untuk membuat dan mengakses area aman dalam flash disk yang dilindungi oleh password, yakni Privacy Zone.
Belum diketahui kapan Kingston DataTraveler 300 yang berdimensi 7,068×2,237×1,645 cm itu dipasarkan di tanah air. Juga belum diketahui apakah produk yang dilindungi garansi 5 tahun ini kelak akan laris di pasaran. Maklum harganya gila-gilaan, diperkirakan di kisaran US$ 900.
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Doris Manao is proudly powered by Blogger